Prajurit Yonkes 1 Marinir TNI AL Berlatih Simulasi Evakuasi Darat

Jakarta, PW: Dispen Kormar, TNI Angkatan Laut (Jakarta). Libur akhir pekan tidak menyurutkan semangat para prajurit Batalyon Kesehatan 1 Marinir (Yonkes 1 Mar) TNI AL untuk terus mengasah kemampuan mereka. Terlihat di Batalyon Kesehatan 1 Marinir, Kesatrian Marinir Hartono Cilandak, Jakarta Selatan, sejumlah prajurit memanfaatkan waktu libur mereka dengan menggelar latihan mandiri tentang evakuasi darat korban pertempuran atau bencana, Minggu (12/04/2026).

Latihan ini bertujuan untuk memelihara dan meningkatkan profesionalisme serta kesiapsiagaan prajurit dalam melaksanakan tugas pokok, khususnya dalam memberikan pertolongan pertama dan mengevakuasi korban medis di medan darat. Kemampuan ini sangat krusial, baik dalam skenario pertempuran maupun tugas kemanusiaan seperti penanggulangan bencana alam.

Dalam rangkaian latihan ini para prajurit memperagakan tahapan-tahapan evakuasi yang sistematis, tim mengevakuasi korban menuju lokasi penjemputan ambulan. Dengan prosedur yang ketat, korban dimasukkan ke dalam unit ambulans taktis Yonkes 1 Mar untuk penanganan lebih lanjut dalam perjalanan menuju fasilitas kesehatan.

Di tempat terpisah, Komandan Batalyon Kesehatan 1 Marinir Letkol Laut (K) dr. Anggiat Purba, Sp.S., M.Han., dalam keterangannya mengapresiasi inisiatif dan semangat tinggi prajuritnya.

​”Latihan ini adalah bukti komitmen prajurit Yonkes 1 Marinir untuk selalu siap tempur. Meskipun waktu libur, semangat untuk belajar dan mengasah kemampuan evakuasi darat tidak kendor. Profesionalisme tidak bisa didapatkan dengan instan, melainkan melalui latihan yang rutin dan berkelanjutan, baik formal maupun mandiri seperti ini,” tegas Danyonkes 1 Mar.

Dengan rutin melaksanakan latihan evakuasi darat seperti ini, Yonkes 1 Marinir memastikan bahwa setiap prajurit kesehatan mampu memberikan penanganan medis yang cepat dan tepat untuk menyelamatkan nyawa di garis depan maupun di lokasi bencana. Latihan ini sejalan dengan arahan pimpinan TNI AL untuk terus meningkatkan kualitas Sumber Daya Manusia (SDM) yang profesional.

Related posts